Error 404 - Not Found
Sorry, but you are looking for something that isn't here.
Korban Jama'at Takfir
Salah satu fenomena yang cukup menghebohkan dunia Islam saat ini adalah adanya sekelompok umat yang aktif mengkafirkan kelompok lainnya. Mereka memandang bahwa orang-orang yang ada di luar kelompoknya, atau yang tidak berbaiat kepada imam mereka sebagai kafir, murtad dan keluar dari Islam.
Bahkan terkadang dosa-dosa yang dilakukan oleh umat Islam ini sudah cukup dijadikan dasar oleh mereka untuk memposisikan umat Islam di dalam kekafiran.
Lebih jauh lagi, para pemimpin negeri Islam dan termasuk juga ulama pun dikafirkan karena dianggap mendiamkan kemungkaran. Jadi dalam pandangan mereka, tidak harus menjalankan kemungkaran, tapi sekedar mendiamkan kemungkaran pun sudah bisa membuat seseorang atau sebuah pemerintahan menjadi kafir.
Maka setiap kali berbeda pendapat dengan orang lain, mereka dengan mudah menyerang lawan bicaranya itu dengan julukan kafir. Seolah-olah di dunia ini hanya dirinya saja yang berhak menganut agama Islam, sedangkan orang lain sangat rentan untuk menjadi kafir.
Umumnya kelompok takfir yang kerjanya menuduh kafir menggunakan ayat Al-Quran secara zahir. Misalnya ayat berikut ini:
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.(QS. Al-Maidah: 44)
Maka dalam pandangan mereka, muslim mana pun sudah dianggap kafir lantaran tidak menjalankan hukum Allah dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya penguasa, tapi semua orang Islam yang tidak menjalankan hukum Islam.
Sedangkan dalam pemahaman aqidah Ahi Sunnah Wal Jamaah, mereka tidak kafir yang menyebabkan gugurnya status ke-Islaman dan mrtad dari agama Islam. Tentang ayat di atas, Ibnu Abbas ra berkata, "Kafir yang dimaksud bukanlah kafir yang membuat seseorang keluar dari millah (agama). Tidak seperti kafir kepada Allah dan hari akhir." Hal yang sama juga dikatakan oleh Thaus.
Sedangkan Atha` mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kafir bukanlah kafir yang sesungguhnya.
Sedangkan Ibnul-Qayyim menerangkan tentang kandungan ayat itu sebagai berikut, "Kufur itu ada dua macam. Kufur akbar (besar) dan kufur ashghar (kecil). Kufur akbar adalah kufur yang mewajibkan pelakunya masuk neraka dengan kekal. Sedangkan kuur ashfghar akan menjadikan pelakukanya diazab di neraka tapi tidak abadi selamanya
Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
( يا معشر من آمن بلسانه ولم يدخل الإيمان قلبه لا تغتابوا المسلمين ولا تتبعوا عوراتهم فإنه من اتبع عوراتهم يتبع الله عورته ومن يتبع الله عورته يفضحه في بيته ) رواه أبو داود برقم 4880 ، وصححه الألباني
“Wahai orang yang beriman dengan lisannya. Sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kamu semua mengguncing orang-orang Islam dan jangan mencari-cari aurat (keasalahnya). Karena barangsiapa yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan perlihatkan kesalahannya. Dan barangsiapa yang Allah perlihatkan kesalahannya, akan dipermalukan (sampai) di rumahnya.” HR. Abu Dawud, no. 4880 "
Maka dari itu jauhilah orang-orang yang suka mengkafirkan, Sedikit-sedikit berbicara syirik, kufur, Dll.
Wollohu A'lam
Bahkan terkadang dosa-dosa yang dilakukan oleh umat Islam ini sudah cukup dijadikan dasar oleh mereka untuk memposisikan umat Islam di dalam kekafiran.
Lebih jauh lagi, para pemimpin negeri Islam dan termasuk juga ulama pun dikafirkan karena dianggap mendiamkan kemungkaran. Jadi dalam pandangan mereka, tidak harus menjalankan kemungkaran, tapi sekedar mendiamkan kemungkaran pun sudah bisa membuat seseorang atau sebuah pemerintahan menjadi kafir.
Maka setiap kali berbeda pendapat dengan orang lain, mereka dengan mudah menyerang lawan bicaranya itu dengan julukan kafir. Seolah-olah di dunia ini hanya dirinya saja yang berhak menganut agama Islam, sedangkan orang lain sangat rentan untuk menjadi kafir.
Umumnya kelompok takfir yang kerjanya menuduh kafir menggunakan ayat Al-Quran secara zahir. Misalnya ayat berikut ini:
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.(QS. Al-Maidah: 44)
Maka dalam pandangan mereka, muslim mana pun sudah dianggap kafir lantaran tidak menjalankan hukum Allah dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya penguasa, tapi semua orang Islam yang tidak menjalankan hukum Islam.
Sedangkan dalam pemahaman aqidah Ahi Sunnah Wal Jamaah, mereka tidak kafir yang menyebabkan gugurnya status ke-Islaman dan mrtad dari agama Islam. Tentang ayat di atas, Ibnu Abbas ra berkata, "Kafir yang dimaksud bukanlah kafir yang membuat seseorang keluar dari millah (agama). Tidak seperti kafir kepada Allah dan hari akhir." Hal yang sama juga dikatakan oleh Thaus.
Sedangkan Atha` mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kafir bukanlah kafir yang sesungguhnya.
Sedangkan Ibnul-Qayyim menerangkan tentang kandungan ayat itu sebagai berikut, "Kufur itu ada dua macam. Kufur akbar (besar) dan kufur ashghar (kecil). Kufur akbar adalah kufur yang mewajibkan pelakunya masuk neraka dengan kekal. Sedangkan kuur ashfghar akan menjadikan pelakukanya diazab di neraka tapi tidak abadi selamanya
Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
( يا معشر من آمن بلسانه ولم يدخل الإيمان قلبه لا تغتابوا المسلمين ولا تتبعوا عوراتهم فإنه من اتبع عوراتهم يتبع الله عورته ومن يتبع الله عورته يفضحه في بيته ) رواه أبو داود برقم 4880 ، وصححه الألباني
“Wahai orang yang beriman dengan lisannya. Sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kamu semua mengguncing orang-orang Islam dan jangan mencari-cari aurat (keasalahnya). Karena barangsiapa yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan perlihatkan kesalahannya. Dan barangsiapa yang Allah perlihatkan kesalahannya, akan dipermalukan (sampai) di rumahnya.” HR. Abu Dawud, no. 4880 "
Maka dari itu jauhilah orang-orang yang suka mengkafirkan, Sedikit-sedikit berbicara syirik, kufur, Dll.
Wollohu A'lam
-
Default comments
- Facebook comments

:smile

:sadsmile

:sadsmile

:cool

:wink

:sweating

:speechless

:kiss

:blush

:sleepy

:dull

:angry

:itwasntme

:lipssealed

:hi

:call

:clapping

:rofl

:like

:dislike

:strike
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Entri Populer
-
Pertama : Tempat munculnya fitnah.... . عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقو.. Read more
-
فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا فإني و حـــق الله إيـــاك أنـ... ــــصح فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح Berusahalah e.. Read more
-
Hb. Lutfi: Benarkah tarekat itu bid'ah Tanya Jawab deng... gan Habib Lutfi,- Al Kisah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya.. Read more
-
Bisa jadi selama ini anda merasa bukan seorang Wahabi te... etapi termasuk pengunjung setia website yang dikelola Wahabi / Salafy. Bagi anda .. Read more
-
Ciri-ciri berikut ini adalah sekaligus menjadi barometer ... Kriteria Ahlus sunnah sebagaimana yang telah diterangkan oleh Imam Ghazali dal.. Read more
-
Akhir-akhir ini maraknya orang bersandar kepada Manhaj Sa... alaf yang selalu di usung-usung ketika berbicara soal agama Lalu siapakah kelompo.. Read more
May 17, 2013|4 comments
May 17, 2013|1 comment
May 10, 2013|6 comments
Dialog Dengan Wahabi Seputar Maulid Nabi SAW
May 03, 2013|3 comments